Skip to main content

Posts

Rekayasa Perasaan

Malam ini, aku sedang terdiam di dalam kamar yang masih saja berantakan dengan tumpukan kertas -kertas yang biasa aku sebut laporan. Akhir - akhir ini ada saja hal mengganggu pikiran ku . Entah itu soal tugas kuliah, keluarga atau hal -hal yang merepotkan lainnya. Bukan hanya perihal pikiran, tapi juga tentang perasaan yang kadang-kadang suka merasa seenaknya sendiri . Aku tidak tahu sebenarnya perasaan apa ini. Sudah cukup lama aku merasakan seperti ini, yang aku sendiri sama sekali tidak mengerti .

Bunyi-Bunyi Tersembunyi

Pukul 4 sore waktu Indonesia bagian sepi. Aku termenung di kedai kopi betemankan sunyi. Suasana di dalam kedai masih sepi, cuma ada aku dan secangkir vietnam coffee , juga kudapan yang sudah aku pesan sedari tadi. Aku tak mengajak siapa-siapa kemari, termasuk juga kau. Sebab hatiku ingin rekreasi saat ini.

Desember, Cepatlah Pergi!

Tidak terasa sudah berada di penghujung tahun ini, tepat di tanggal 31 Desember 2018. Ada baiknya mencoba untuk mengingat kembali apa saja yang sudah terjadi sebelumnya, tentang peristiwa-peritiwa yang sudah terlewat begitu saja. Tentang tahun ini, bisa kusebut dengan “Tahun Keguguran”, sebab banyak bencana di mana-mana, banyak nyawa berguguran, banyak orang menangisi kehilangan. Tahun ini negeriku sedang berduka, begitu pula dengan hatiku.

Kembali ke Januari

Tidak terasa sudah setahun berlalu. Secara matematis setahun itu 365 hari dan itu kalo dibayangkan banyak sekali. Tapi beda rasanya kalo sudah dijalani seperti biasa, tiba-tiba begitu saja hari demi hari terlewati dengan cepatnya. Iya cepat, sampai-sampai tidak terasa kalo saat ini sudah saatnya untuk mengganti kalender yang lama dan memulai dari awal kembali. Memulai dengan berbagai macam resolusi yang sudah dipersiapkan dengan harapan akan terwujud di tahun ini. Ya semoga saja.

Takut PATAH HATI Kembali

Malam ini di sebuah kedai kopi sederhana ditemani dengan secangkir cappucinno yang masih cukup panas dengan suasana malam di kota Malang yang selalu saja dingin seperti sikap dia. Gak tau kenapa, malam ini aku tiba-tiba inget betapa cemennya aku waktu itu. Sambil mengingat ingat, refleks saja aku cekikikan sendiri kayak orang kurang waras ditambah lagi dilirik manja sama mas mas yang duduk di sebelah aku. Oke, abaikan tentang mas mas yang itu-_- Balik lagi ke cerita utama, jadi

Awal Baru, Perjalanan Baru

Setelah sekian abad aku gak nulis, dan akhirnya tepat hari ini aku putuskan untuk ngelanjutin apa yang udah aku mulai dari dulu. Aku akan mencoba nulis lagi setiap kejadian yang senang, susah, duka, gembira, apapun itu akan aku tuliskan semua di blog aku ini. Aku masih inget persis awal mula aku nulis itu sekitar kelas 2 SMP dan sekarang aku mahasiswa semester 2 *uhuk*. Wow, waktu memang benar benar sudah berlalu terlalu cepat! Disamping itu, banyak hal yang terjadi juga dalam hidupku ini yang buat aku seperti gak  mood  untuk nulis lagi. Tapi, belakangan ini seperti ada yang buat aku jadi pengen nulis kembali. Jadi, aku mulai rombak tampilan blog aku supaya lebih menarik dan tentu saja masih tetap akan aku isi blog ini dengan semua keresahan yang aku sedang rasakan. Dan di postingan aku kali ini, aku bakal membahas tentang diri aku yang sekarang lagi berjuang di kota orang. Langsung saja masuk ke topik utama, begini lanjutannya.