Skip to main content

Awal Baru, Perjalanan Baru


Setelah sekian abad aku gak nulis, dan akhirnya tepat hari ini aku putuskan untuk ngelanjutin apa yang udah aku mulai dari dulu. Aku akan mencoba nulis lagi setiap kejadian yang senang, susah, duka, gembira, apapun itu akan aku tuliskan semua di blog aku ini. Aku masih inget persis awal mula aku nulis itu sekitar kelas 2 SMP dan sekarang aku mahasiswa semester 2 *uhuk*. Wow, waktu memang benar benar sudah berlalu terlalu cepat! Disamping itu, banyak hal yang terjadi juga dalam hidupku ini yang buat aku seperti gak mood untuk nulis lagi. Tapi, belakangan ini seperti ada yang buat aku jadi pengen nulis kembali. Jadi, aku mulai rombak tampilan blog aku supaya lebih menarik dan tentu saja masih tetap akan aku isi blog ini dengan semua keresahan yang aku sedang rasakan. Dan di postingan aku kali ini, aku bakal membahas tentang diri aku yang sekarang lagi berjuang di kota orang. Langsung saja masuk ke topik utama, begini lanjutannya.

Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, sekarang aku udah mahasiswa semester 2. Aku kuliah di salah satu kampus swasta yang kata orang kampus favorit, tepatnya di salah satu kota yang populasi abang baksonya cukup padat di Jawa Timur, Indonesia. Jadi, buat first impression aku pribadi untuk dunia perkuliahan itu bener-bener beda dari jaman aku SMA, SMP, SD, apalagi TK nol besar. aku serius, dunia perkuliahan  yang kalian biasa liat di sinetron sinetron itu beda banget kayak realita. 

Kuliah tidak sesimpel kalian datang, terus gak sengaja kaliam tabrakan sama cewek/cowok yang lagi bawa tumpukan buku, sebagai rasa tanggung jawab terus kalian bantuin bawain bukunya, terus jadian, terus ya udah dapet happy ending. Sekali lagi aku tegaskan tidak sesimpel itu, banyak hal-hal baru yang nantinya bakal kalian dapat saat kalian sudah masuk ke dunia perkuliahan. Kalo semisal memang dunia perkuliahan seperti di sinetron sinetron tv Indonesia, aku jamin 100% gak bakalan ada lagi mahasiswa tingkat akhir yang gak lulus lulus di kampus-kampus seluruh Indonesia. 

Jadi balik lagi, aku bakalan share beberapa pengalaman yang udah aku dapat selama di dunia perkuliahan ini. Berhubung aku juga baru semester 2, belum terlalu banyak pengalaman juga aku dapat, tapi paling tidak bisa buat gambaran aja kalo dunia perkuliahan itu seperti apa(?)

Langsung saja poin pertama yang mau aku bahas adalah ruang belajar atau biasa orang bilang kelas. Kenapa ruang belajar? Karena pembagian ruang belajar ketika kalian sekolah itu berbeda jauh ketika kalian kuliah. Kalo ketika kalian sekolah, kalian udah dapat ruang belajar yang paten untuk kalian belajar selama 2 semester(1 tahun) atau selama kalian masih di tingkatan yang sama. Lalu, kalian bakalan dapat ruang belajar baru ketika kalian naik kelas atau pindah tahun ajaran baru. 

Simplenya, kalian bakalan dapat ruang belajar baru setiap kalian naik kelas selama di sekolah. Tapi, di perkuliahan itu sangat sangat berbeda, karena kalian bakalan dapat ruang belajar baru di setiap pergantian mata kuliah. Simplenya, setiap ganti jadwal pelajaran, ruangan kalian selalu beda.

Jadi, semisal kalian mau hapalin jadwal mata kuliah, kalian juga harus hapalin setiap ruangannya. Kalo 1 semester kalian punya 10 mata kuliah, ya kalian juga harus hapalin 10 ruangan untuk mata kuliah masing-masing. Tips dari aku sih, kalian buat catatan kecil aja buat jadwal mata kuliah kalian beserta ruangannya juga supaya kalian gak salah masuk ruangan pas jam kuliah dimulai.

Coba bayangin kalo semisal kalian salah masuk ruangan, terus seisi ruangan semua kayak ngeliatin kalian sambil mikir, “Nih si kampret siapa lagi? Main masuk sembarangan aja.” Tengsin cuy! Jadi kesimpulannya salah masuk jurusan lebih baik dari salah masuk ruangan.

Selanjutnya poin kedua adalah presentasi. Ya, aku pikir kalian udah kenal banget dengan yang namanya presentasi, tapi jangan samakan presentasi di jaman sekolah dengan ketika kuliah. Waktu jaman sekolah aku dulu yang namanya presentasi itu hanya sekadar buat powerpoint, terus maju ngomong sambil baca per-slidenya yang isinya paragraf panjang lebar gak jelas, habis itu dapat tepuk tangan dari seisi kelas yang aku yakin mayoritas kagak ngerti apa yang baru dipresentasikan, terus balik duduk di bangku masing-masing dengan senyum lebar kepuasaan, udah semudah itu. 

Tapi jangan pikir presentasi jaman sekolah sama persis ketika kuliah. Aku sendiri sudah mengalaminya, bukan cuma sekedar buat powerpoint yang menarik saja, powerpoint kalian harus sepadat mungkin dan juga harus mudah dimengerti dengan audiens nantinya.

Dan yang penting juga kalian harus kuasai materi yang bakalan kalian presentasikan, karena audiens kalian itu bukan bocah bocah yang kalo udah adzan maghrib disuruh emaknya pulang ke rumah masing-masing. Audiens kalian itu orang orang kritis yang kalo liat “keganjilan” sedikit saja bakalan minta kejelasan yang sejelas jelasnya. Ribetnya lagi saat sesi tanya jawab, dimana orang orang yang haus akan ilmu pengetahuan bakalan memborbardir kalian dengan segudang pertanyaan pertanyaan semena-mena yang wajib kalian jawab semuanya. 

Di saat itulah juga sebagai pemateri, adrenalin kalian bakalan terpacu dan otomatis akan membuat teori-teori konspirasi baru demi memuaskan “nafsu liar” orang orang tersebut. Jadi, aku tegasin lagi hukumnya memang wajib untuk kuasai materi yang akan kalian presentasikan nantinya.

Aku pikir segitu dulu yang aku bahas untuk saat ini, sebenarnya sih masih banyak lagi poin-poin yang harus kalian tau di dunia perkuliahan. Nanti bakalan aku singgung lagi di postingan-postingan yang berikutnya, tungguin aja ya! Tulisan ini juga menjadi awal baru bagi aku untuk memulai perjalanan baru ini.

Dan di akhir baris ini aku juga mau terima kasih buat temen-temen yang selalu nanyain, “Van, kapan nulis lagi?” haha. Dan juga terima kasih buat siapapun kalian yang udah mampir di blog ini dan baca tulisanku.


Terima kasih

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fragmen Kosmik Di Sorot Matanya

Kira-kira empat bulan berlalu setelah aku bertemu dengan dia untuk yang pertama kalinya. Ada yang berbeda setelahnya. Entah, sulit aku jelaskan dengan lugas. Tapi tubuhku jelas ada yang berubah. Meski terasa samar, namun aku yakin kadar hormon serotonin dalam tubuhku mendominasi. Menekan hebat perasaan stres dan cemas sehingga hormon kortisol seakan tak punya ruang untuk mengusik. Aku masih ingat dengan jelas saat dia tepat berada di sampingku. Tiba-tiba mulutku menjadi gugup dan menjawab pertanyaan darinya dengan serampangan kemudian rasanya saat tidak sengaja mata kita saling menatap, waktu menjadi melambat ekstrem seperti berada terlalu dekat dengan Gargantua . Sepersekian detik momen yang tercipta di antara tatap kita seperti terjadi dilatasi waktu, detik melamban dan ritme detak jantungku menjadi pelan. Hari demi hari setelahnya aku lewati dengan suka cita, perasaan bahagia yang langka kini mulai melekat seiring ritme detak jantungku yang lebih stabil. Bagaimana kamu biasanya s...

Malam Ini Bulannya Cantik, Ya?

Senin pagi, sebelum memulai hari sudah aku pastikan dulu pesan ucapan selamat pagi dariku terkirim centang dua menuju nomor Whatsappmu. Tidak berselang lama, ceklis centang dua berubah warna biru jadi tanda ucapannya sudah tersampaikan dan dibaca tuntas olehmu. “Pagi juga jagoan!” Balasmu cepat. Ucapan selamat pagi yang singkat dan terjadi berulang tapi tidak pernah bosan-bosannya aku baca selalu. Seakan jadi booster tambahan untuk menerabas segala macam mungkin yang belum pasti. Rasanya percaya selalu utuh meski banyak manusia lain yang pergi, tapi aku selalu tahu ada kamu yang tetap tinggal menemani. Hari-hari itu penuh menyenangkan, bahkan tidak ada satu hari pun yang aku sesali. Masuk di jam kerja kadang-kadang bibirku senyum-senyum sendiri sambil membaca pesan terbaru darimu. Ditambah Anything You Want dari Reality Club yang terputar sopan di telinga. Waktu rasanya bergulir lamban dibarengi dengan hormon serotonin yang mengalir kencang ke seluruh tubuh. Tentu, hal seperti ini tid...

Perayaan Tahun Kelima

10 Juni 2020. Iya, sudah lima tahun berlalu sejak kematianmu. Dan di tahun ini akan aku rayakan dengan menuliskan segala macam hal yang sudah berlalu lama, tapi pedihnya masih terasa nyata. Aku mulai dengan banyak maaf untukmu. Bapak, maaf, kolam ikan kesukaanmu di depan rumah sudah aku ratakan menahun yang lalu. Soalnya setiap pagi kalau aku lihat malah semakin menyayat hati. Aku juga sudah tidak sudi menguras kolamnya sendiri. Apalagi melihat ibu yang selalu sedih setiap kali memberi makan ikan-ikannya. Pekarangan kecil di sekitar rumah yang biasanya kamu isi dengan ragam tanaman juga sudah aku tindih semen hari ini. Agar tidak perlu lagi ada kesedihan yang tumbuh di rumah ini. Kemudian aku lanjutkan dengan membuka kembali ingatan yang semakin menggores hati. Aku masih ingat betul, di tahun kedua kematianmu. Aku berhenti memakai baju bekasmu dan mulai mengosongkan setumpuk bajumu dari dalam lemari. Tapi istrimu malah mengomel dan memarahiku. Katanya dengan napas yang berantakan, ...