Skip to main content

Posts

Showing posts with the label self reminder

Ledakan Kosmik Di Aliran Vena

Tiga atau empat tahun sudah berlalu. Banyak hal yang terjadi juga tentunya dalam rentang waktu tersebut. Tentang jalanku yang semakin gelap tidak punya tujuan dengan arah yang sembarangan. Hari-hari kebanyakan aku jalani dengan sekadar cukup bertahan hidup saja sudah merupakan pencapaian yang cemerlang. Aku lupa kalau jantungku masih berdetak artinya masih punya kesempatan untuk melakukan hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat, aku lupa kalau napasku masih berhembus setiap hari artinya selalu ada kesempatan untuk perbaiki diri, aku lupa kalau masih bernyawa artinya Tuhan begitu baik memberikan waktu tambahan untuk bersyukur karena masih diberikan hidup. Terlalu mahal harganya bahkan seluruh gaji bulananku juga tak mampu membayar segala berkah dariNya. Aku tidak pura-pura buta, tidak juga pura-pura tidak merasa. Sampai hari ini pun, aku masih mampu melihat banyak hal nyata yang terlalu indah, batinku juga merasa, “Tidak mungkin tidak ada campur tangan magis dariNya sampai aku bisa sela...

Perayaan Tahun Kelima

10 Juni 2020. Iya, sudah lima tahun berlalu sejak kematianmu. Dan di tahun ini akan aku rayakan dengan menuliskan segala macam hal yang sudah berlalu lama, tapi pedihnya masih terasa nyata. Aku mulai dengan banyak maaf untukmu. Bapak, maaf, kolam ikan kesukaanmu di depan rumah sudah aku ratakan menahun yang lalu. Soalnya setiap pagi kalau aku lihat malah semakin menyayat hati. Aku juga sudah tidak sudi menguras kolamnya sendiri. Apalagi melihat ibu yang selalu sedih setiap kali memberi makan ikan-ikannya. Pekarangan kecil di sekitar rumah yang biasanya kamu isi dengan ragam tanaman juga sudah aku tindih semen hari ini. Agar tidak perlu lagi ada kesedihan yang tumbuh di rumah ini. Kemudian aku lanjutkan dengan membuka kembali ingatan yang semakin menggores hati. Aku masih ingat betul, di tahun kedua kematianmu. Aku berhenti memakai baju bekasmu dan mulai mengosongkan setumpuk bajumu dari dalam lemari. Tapi istrimu malah mengomel dan memarahiku. Katanya dengan napas yang berantakan, ...

Sekeranjang Doa-doa Manis Untukmu yang Tersayang

Pukul empat sore dengan ditemani hujan yang turun cukup deras. Bulir-bulirnya membasahi tanah bergantian dengan ritme yang tidak menentu. Aku merasa cukup cemas, karena semakin lama, hujannya semakin deras. Padahal belum juga jas hujan yang baru aku jemur kemarin siang kering sepenuhnya. Belakangan ini hujan cukup sering datang, mulai dari gerimis kecil hingga petir menggelegar juga ikut datang menyambar. Kembali aku lihat kalender di ponselku, ternyata kini sudah Desember. “Ahh..pantas saja hujan sering turun, kan memang sudah masuk musim penghujan.” Keluhku sambil melamun di toko kopi sederhana sembari menunggu hujan reda. Lalu aku renungkan kembali, Desember artinya sudah berada di pengujung tahun. Setelah ini selesai, dan kembali lagi memulai tahun yang baru. Aku mengambil buku catatanku sambil menulis doa-doa yang kurapalkan untuk kamu yang tersayang, yang kadangkala juga terlupakan. Adalah untuk aku, diriku sendiri. Apresiasi tertinggi untuk kamu yang sudah melewati tahun ini m...