Skip to main content

Posts

Showing posts with the label masa lalu

Pesan Panjang Yang Tetap Tersimpan

“Halo halo, jadi bagaimana keadaanmu di sana? Aku mau bilang kalau sekarang hidupku sering berpindah. Ke mana saja mengikuti jejakmu pelan-pelan. Belakangan aku pernah tinggal di kota kelahiranmu. Cuacanya panas luar biasa, seperti memang Tuhan menciptakan lima matahari untuk setiap orangnya. Jadi seperti ini ya, kota besar yang menempa dirimu saat muda dulu. Aku juga masih ingat pernah kamu ajak main ke kota ini, tapi itu sudah lama sekali. Sedikit samar tapi masih terbayang saat itu mampir ke rumah orang tuamu. Di pinggir jalan raya yang ramai dengan kendaraan bersileweran seolah jalan raya tak pernah benar-benar tidur. Bis-bis besar dan truk muatan besar sering melaju cepat sampai getarannya terasa di kamar tidur. Selain getaran dari kendaraan di jalan raya, suara bisingnya juga menembus tembok membuatmu selalu merasa khawatir kalau saja tidurku jadi tidak nyaman. Aku masih ingat, dan semakin aku ingat getarannya menembus lintas waktu, menusuk tepat di dada. Rasanya sesak. Kali ini ...

Melihatmu Pergi Di Februari

Tidak terasa sudah sebulan tepat berlalu kita menghabiskan banyak waktu bersama. Menemanimu di saat kamu sudah tidak mampu percaya lagi. Berjalan bersama dengan banyak ketidaksempurnaan. Dan denganmu, aku pun merasa mampu menjadi diriku sendiri. Aku pikir jika denganmu bisa berjalan dengan baik nantinya. Bersama pelan-pelan kita lalui satu bulan terakhir ini dengan saling mengenali dan mengerti satu sama lain. Kamu yang masih belum bisa percaya sebab segala macam yang telah kamu lalui di masa lalu. Pun juga aku, yang masih carut marut dengan diriku sendiri bisa kamu terima. Kamu tahu, aku merasa hidup bisa menghabiskan banyak waktu denganmu. Mendengar setiap cerita dan keluh kesahmu malah jadi tambahan napas untuk aku bisa melangkah lebih jauh lagi. Ucapan selamat pagi yang menjadi notifikasi nomor satu yang selalu aku tunggu setiap aku bangun dari tidurku jadi tambahan penyemangat memulai hari. Dampak hadirmu sangat besar buatku, pun aku ingin membuatmu merasakan berbagai macam hal-ha...

Separuh yang Luka

Dia tidak benar-benar hidup. Dibilang mati pun juga tidak. Tatapannya seringkali kosong. Melamun menjadi pekerjaan utamanya. Pikirannya entah melayang ke mana-mana. Kadang menyesali terlalu banyak kesalahan di masa lalunya. Kadang berkhayal berlebihan tentang masa depannya. Cemas, waswas, khawatir, perasaan tidak nyaman, takut kehilangan, merasa tidak pernah sepadan, semua itu seperti sudah menjadi hal-hal biasa yang dia hadapi. Dia rasakan sakitnya satu per satu. Dia mencoba bangkit pelan-pelan meski masih merangkak dengan susah payah. “Apa lagi yang masih tersisa? Apa lagi yang masih bisa aku jaga? Apa masih ada yang bisa aku percaya?” Pertanyaan demi pertanyaan yang tak kunjung ada jawabannya. Pasrah. Tak bisa apa-apa. Lalu perlahan semakin menambah satu demi satu pertanyaan yang semakin lama membuatnya semakin tidak berdaya. Kata orang, “Berdamai saja.” , “Sudah lupakan saja.” , “Aduh lemah banget gitu aja dipikirin. ” Ini bukan pekerjaan sehari dua hari yang bisa langsung diselesa...

Lonjakan Ingatan

Aku tidak menemukanmu di musim berikutnya. Pergi ke mana kamu? Apa sudah menemukan tempat tinggal yang baru? Sore ini sambil duduk-duduk di teras kedai kopi langganan kita, aku teringat obrolan panjang terakhir kita di malam itu diselingi dengan suara tawamu yang menggemaskan lalu diakhiri oleh tangis dari kita berdua Pipi kita basah, air mata mengalir deras, degub jantung berdetak tak beraturan. Ada hubungan yang harus diakhiri meski mencoba melawan terus-menerus malah semakin menyakitkan bersama. Ini sudah lewat hampir 3 tahun saat cerita kita tak lagi bersambung. Banyak hal yang ingin aku ceritakan tentang hidupku saat ini kepadamu Tidurku sekarang sudah tak takut lagi dengan gelap, malahan aku sudah terbiasa tidur dengan kondisi kamar tanpa penerangan. Kadang-kadang pas makan soto sudah aku tambahkan sedikit kecap sebagai pelengkap, karena katamu rasa harus seimbang. Ada manis, gurih, asin, dan banyak rasa yang menjadikan sotonya jadi tambah enak Meskipun sampai sekarang ...