“Halo halo, jadi bagaimana keadaanmu di sana?
Aku mau bilang kalau sekarang hidupku sering berpindah. Ke mana saja mengikuti jejakmu pelan-pelan. Belakangan aku pernah tinggal di kota kelahiranmu. Cuacanya panas luar biasa, seperti memang Tuhan menciptakan lima matahari untuk setiap orangnya. Jadi seperti ini ya, kota besar yang menempa dirimu saat muda dulu.
Aku juga masih ingat pernah kamu ajak main ke kota ini, tapi itu sudah lama sekali. Sedikit samar tapi masih terbayang saat itu mampir ke rumah orang tuamu. Di pinggir jalan raya yang ramai dengan kendaraan bersileweran seolah jalan raya tak pernah benar-benar tidur. Bis-bis besar dan truk muatan besar sering melaju cepat sampai getarannya terasa di kamar tidur. Selain getaran dari kendaraan di jalan raya, suara bisingnya juga menembus tembok membuatmu selalu merasa khawatir kalau saja tidurku jadi tidak nyaman.
Aku masih ingat, dan semakin aku ingat getarannya menembus lintas waktu, menusuk tepat di dada. Rasanya sesak. Kali ini seringkali tidurku tidak nyaman tapi tenang saja kamu sudah tidak perlu khawatir lagi.
Kamu tahu? Kadang sampai di titik ini, aku masih merasa kelimpungan. Meraba-raba soal mana yang benar atau salah. Berharap bisa berbincang denganmu secara nyata sambil sedikit bercanda di depan kolam ikan kesukaanmu seperti dulu. Aku tidak ingin menjadi seperti kamu secara utuh, tapi sepertinya kalau saja hadirmu masih sempat bisa buatku semakin kuat. Kalau saja ya…
Semenjak malam itu kamu lupa caranya bangun dan tertidur pulas hingga kini.
Maaf malam itu, aku tidak sempat menemuimu…
Maaf malam itu, motorku melaju tidak cukup kencang dari takdir…
Maaf malam itu, aku tidak bisa diandalkan…
Tapi kali ini aku tidak ingin kalah lagi. Banyak hal yang memang masih aku perbaiki, termasuk rutin berdoa kepadaNya supaya sampai tepat ke telingamu. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu.
Lihat aku tumbuh dari rumah barumu yang jauh di sana sampai nanti kita ketemu lagi ya!”
[Note for Grieving]
Time flies, dad.
And still… it feels so hurt.
Since you left, I made a lot of mistakes, too many. A ton of mistakes. I can’t forgive myself properly.
I couldn’t even hear your voice for the last time. I’m crying over and over every night.
The hardest part is not when you left, but I know you never come back. Never show up again with your smiley face and say “You did good, kid”
Feeling depressed and down for several years. I’m not ready yet.
So fucking hurt, dad…
Comments
Post a Comment