Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Luka-luka di Penghujung Hari

Datang lagi waktunya, akhir tahun yang selalu dirayakan oleh kebanyakan orang, d engan banyak cara yang tak harus sama, merayakan 365 hari yang sudah terlewat rasanya sah-sah saja.  Ada yang berkumpul bersama teman-teman sambil ngobrol tentang apa pun hingga terbit fajar, ada yang sudah punya rencana pergi berlibur bersama keluarga sambil memamerkan kehangatannya di sosial media, ada juga yang masih merasa kosong dan tidak melakukan apa-apa.  Tak ada yang salah dengan caramu, kau pantas merayakan perjuanganmu selama 365 hari sesuka hatimu. Bukan waktu yang singkat, juga bukan tugas yang ringan untuk menyelesaikannya. Berbanggalah! Kau sudah melewatinya dengan baik.

Pengingat untuk Diri Sendiri

Apa kabar untuk aku sepuluh tahun ke depan? Kuharap kamu agar selalu baik-baik saja. Karena saat ini, aku seringkali merasa tidak baik-baik saja. Semenjak menginjak usia 20-an, aku merasa dunia semakin rumit, pikiranku semakin sempit. Rasanya sangat sulit sekali agar bisa tidur dengan tenang, sulit sekali untuk merasa aman dan nyaman. Terlalu banyak ketakutan-ketakutan yang memenuhi isi kepala. Kuharap kamu sudah bisa mengatasinya.

Fractura Hepatica

Masih teringat jelas dalam ingatan satu hari setelah kepergianmu. Rasanya masih biasa-biasa saja, tak ada yang berbeda. Aku masih berkegiatan dengan normal. Berangkat kuliah seperti biasa, menulis laporan praktikum secara rutin, ketawa sana-sini dengan teman-teman, semuanya masih terasa normal-normal saja. Kini, 7 bulan telah berlalu dan rasanya ada yang berbeda. Entah, kenapa baru sekarang efeknya baru terasa di saat aku sudah siap untuk menerima hati yang baru. Mungkin hukuman, mungkin juga balasan, aku tidak tahu.

Rekayasa Perasaan

Malam ini, aku sedang terdiam di dalam kamar yang masih saja berantakan dengan tumpukan kertas -kertas yang biasa aku sebut laporan. Akhir - akhir ini ada saja hal mengganggu pikiran ku . Entah itu soal tugas kuliah, keluarga atau hal -hal yang merepotkan lainnya. Bukan hanya perihal pikiran, tapi juga tentang perasaan yang kadang-kadang suka merasa seenaknya sendiri . Aku tidak tahu sebenarnya perasaan apa ini. Sudah cukup lama aku merasakan seperti ini, yang aku sendiri sama sekali tidak mengerti .

Bunyi-Bunyi Tersembunyi

Pukul 4 sore waktu Indonesia bagian sepi. Aku termenung di kedai kopi betemankan sunyi. Suasana di dalam kedai masih sepi, cuma ada aku dan secangkir vietnam coffee , juga kudapan yang sudah aku pesan sedari tadi. Aku tak mengajak siapa-siapa kemari, termasuk juga kau. Sebab hatiku ingin rekreasi saat ini.

Desember, Cepatlah Pergi!

Tidak terasa sudah berada di penghujung tahun ini, tepat di tanggal 31 Desember 2018. Ada baiknya mencoba untuk mengingat kembali apa saja yang sudah terjadi sebelumnya, tentang peristiwa-peritiwa yang sudah terlewat begitu saja. Tentang tahun ini, bisa kusebut dengan “Tahun Keguguran”, sebab banyak bencana di mana-mana, banyak nyawa berguguran, banyak orang menangisi kehilangan. Tahun ini negeriku sedang berduka, begitu pula dengan hatiku.