Skip to main content

The END of Putih Abu-Abu

Malam yang indah ditemani dengan segelas kopi yang masih panas. Cukup panas untuk menyadarkan mata ini agar tetap terjaga. Malam ini aku memikirkan kembali tentang masa masa SMA aku dari awal. Mulai dari aku ikut MOS, lalu bertemu dengan wajah wajah baru, kenalan dengan mereka, dan berteman sampai sekarang. Tidak terasa 3 tahun sudah terlewati begitu saja. Banyak kisah yang udah aku jalani selama 3 tahun terakhir ini. Saking banyaknya sampe bingung aku nyebutin satu persatu. Yang jelas semua yang udah aku jalani selama 3 tahun terakhr ini, semuanya berharga. Selain itu, banyak hal baru yang aku pelajari, bukan hanya tentang pelajaran, tapi juga tentang kehidupan. Karena masa SMA adalah masa dimana kalian memulai proses pendewasaan diri. Di masa SMA akan banyak godaan yang akan menuntun kalian ke jalan yang berkelok-kelok, dan jujur saja, aku sering banget tergoda. Tapi dengan begitu, aku jadi banyak sering belajar bahwa hidup tidak selalu mulus-mulus aja. Di masa SMA juga kalian harus hati-hati milih teman, karena ada yang “beneran” teman, ada juga yang “cuma” teman doang. Karena teman sangat berpengaruh dalam 3 tahun masa SMA kalian, so, kalian harus bener bener hati hati saat berteman.
Masa SMA juga mengajarkanku tentang cinta. Pelajaran yang aku dapat bahwa cinta harus memiliki. Karena omongan tentang “Cinta tidak harus memiliki” itu hanya omong kosong. Disaat orang lain berjuang untuk mendapatkan cintanya, sedangkan mereka yang hanya mencintai dalam diam, hanya berharap tanpa melakukan apa apa. Dan pada akhirnya yang mereka dapatkan hanya sesal. Itu adalah tindakan bodoh yang pernah ada. Dan bodohnya lagi aku pernah melakukan itu. Aku masih ingat sekali saat itu tahun pertama aku jadi anak SMA. Aku mulai menganggap aku sedang jatuh cinta sama salah satu teman aku. Aku gak bisa lakuin apa apa selain berharap. Ya, hanya berharap tanpa melakukan apapun, itu hal terbodoh yang aku lakukan saat itu. Dan pada akhirnya perasaan itu akan tetap tersimpan dalam diam dan yang aku dapat hanya penyesalan. Dan semenjak itu, aku tidak mau menjadi orang bodoh yang hanya diam saja.

Dan sekarang masa SMA aku udah kedaluwarsa. Seperti ada rasa puas dan bangga karena mampu melewati ini semua, tapi juga ada rasa tidak ingin meniggalkan yang sudah terlewat. Kata orang tentang masa SMA adalah masa yang paling indah itu benar. Karena pada masa SMA kalian akan mulai mencari cari siapa kalian sebenarnya(?) kalian terus mencari jati diri dengan mencoba hal hal baru. Dan kalian akan mencoba keluar dari zona nyaman, lalu mulai menebak nebak apa bakat minat kalian sebenarnya(?) Kalian pasti akan merasakan itu semua saat menjalani masa SMA. Tidak perlu ditakuti, jalani saja apa adanya. Tetap saja, sudah saatnya aku melanjutkan perjalanan ke tahap yang selanjutnya. Mencoba hal baru lagi dan belajar lebih banyak lagi.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Fragmen Kosmik Di Sorot Matanya

Kira-kira empat bulan berlalu setelah aku bertemu dengan dia untuk yang pertama kalinya. Ada yang berbeda setelahnya. Entah, sulit aku jelaskan dengan lugas. Tapi tubuhku jelas ada yang berubah. Meski terasa samar, namun aku yakin kadar hormon serotonin dalam tubuhku mendominasi. Menekan hebat perasaan stres dan cemas sehingga hormon kortisol seakan tak punya ruang untuk mengusik. Aku masih ingat dengan jelas saat dia tepat berada di sampingku. Tiba-tiba mulutku menjadi gugup dan menjawab pertanyaan darinya dengan serampangan kemudian rasanya saat tidak sengaja mata kita saling menatap, waktu menjadi melambat ekstrem seperti berada terlalu dekat dengan Gargantua . Sepersekian detik momen yang tercipta di antara tatap kita seperti terjadi dilatasi waktu, detik melamban dan ritme detak jantungku menjadi pelan. Hari demi hari setelahnya aku lewati dengan suka cita, perasaan bahagia yang langka kini mulai melekat seiring ritme detak jantungku yang lebih stabil. Bagaimana kamu biasanya s...

Malam Ini Bulannya Cantik, Ya?

Senin pagi, sebelum memulai hari sudah aku pastikan dulu pesan ucapan selamat pagi dariku terkirim centang dua menuju nomor Whatsappmu. Tidak berselang lama, ceklis centang dua berubah warna biru jadi tanda ucapannya sudah tersampaikan dan dibaca tuntas olehmu. “Pagi juga jagoan!” Balasmu cepat. Ucapan selamat pagi yang singkat dan terjadi berulang tapi tidak pernah bosan-bosannya aku baca selalu. Seakan jadi booster tambahan untuk menerabas segala macam mungkin yang belum pasti. Rasanya percaya selalu utuh meski banyak manusia lain yang pergi, tapi aku selalu tahu ada kamu yang tetap tinggal menemani. Hari-hari itu penuh menyenangkan, bahkan tidak ada satu hari pun yang aku sesali. Masuk di jam kerja kadang-kadang bibirku senyum-senyum sendiri sambil membaca pesan terbaru darimu. Ditambah Anything You Want dari Reality Club yang terputar sopan di telinga. Waktu rasanya bergulir lamban dibarengi dengan hormon serotonin yang mengalir kencang ke seluruh tubuh. Tentu, hal seperti ini tid...

Perayaan Tahun Kelima

10 Juni 2020. Iya, sudah lima tahun berlalu sejak kematianmu. Dan di tahun ini akan aku rayakan dengan menuliskan segala macam hal yang sudah berlalu lama, tapi pedihnya masih terasa nyata. Aku mulai dengan banyak maaf untukmu. Bapak, maaf, kolam ikan kesukaanmu di depan rumah sudah aku ratakan menahun yang lalu. Soalnya setiap pagi kalau aku lihat malah semakin menyayat hati. Aku juga sudah tidak sudi menguras kolamnya sendiri. Apalagi melihat ibu yang selalu sedih setiap kali memberi makan ikan-ikannya. Pekarangan kecil di sekitar rumah yang biasanya kamu isi dengan ragam tanaman juga sudah aku tindih semen hari ini. Agar tidak perlu lagi ada kesedihan yang tumbuh di rumah ini. Kemudian aku lanjutkan dengan membuka kembali ingatan yang semakin menggores hati. Aku masih ingat betul, di tahun kedua kematianmu. Aku berhenti memakai baju bekasmu dan mulai mengosongkan setumpuk bajumu dari dalam lemari. Tapi istrimu malah mengomel dan memarahiku. Katanya dengan napas yang berantakan, ...