Skip to main content

A New Start


Yo haloooo!! SELAMAT TAHUN BARU 2016 buat kalian semua! Sorry, aku agak telat ngucapinnya LOL. Gak kerasa aja udah ganti kalender, padahal perasaan baru kemarin beli kalender 2015. Waktu emang ngeri, tanpa terasa ngalir gitu aja. Banyak cerita yang sudah tercipta di tahun 2015. Dimulai dari yang enak sampai yang agak enakan. Oke aku ralat. Dari suka maupun duka, dari yang ingin diingat terus, sampe yang bahkan ingin dilupakan. aku yakin ada banyak versi cerita dari kalian semua, dari yang kocak, melankolis, bahkan sampe tragis. Dan sekarang di postingan pertama aku di tahun 2016 ini, aku mau ngereview dikit tentang cerita versi aku selama 2015 ini.
Banyak yang aku alamin di tahun 2015 ini. Mungkin aku awali dulu dengan sesuatu yang sakral seperti “jatuh cinta”. Ya, semenjak sakit hati terakhir aku yang waktu itu, aku jadi jarang berinteraksi dengan lawan jenis(bukan berarti aku penyuka sesama jenis-__-) Tapi, baru di tahun 2015 kemarin aku jadi mulai sedikit membuka diri. Hmmm... Mungkin belum bisa dibilang jatuh cinta ya, karena sampe sekarang ini aku masih bingung antara beneran jatuh cinta atau hanya rasa penasaran aja(?) ya walaupun aku akhirnya udah nyatain perasaan, tapi baru sekarang aku sadar kalo mungkin saja hanya rasa penasaran aku yang terlalu berlebihan. Mungkin karena itu yang tanpa sadar mendorong aku jadi ingin lebih dekat dengan dia. Aku rasa, aku harus lebih hati hati lagi dengan perasaannya aku sendiri.

Lanjut.

Selain itu, ada lagi cerita versi aku yang menurut aku tragis. Yap, bermula dari rasa penasaran yang berlebihan, lalu dengan gilanya aku nyatain perasaan aku. Dan endingnya aku ditolak. Walopun nolaknya secara halus, tapi tetap saja rasanya gak enak kalo ditolak. Karena ini penolakan pertama aku, jadi rasanya bener bener campur aduk. Ada rasa kesel campur lega. Mungkin naluriah kalo misal aja kalian ditolak terus kesel, tapi ada rasa lega juga. Karena penasaran aku sedikit terbayarkan. aku juga jadi berpikir dua kali untuk mastiin tentang perasaan aku sendiri.

Lanjuuuuuttt.

Di tahun 2015 kemarin, gak tau kenapa aku jadi sering ketemu mantan aku, Kipas. Mungkin karena dia sekarang jadian sama temen aku, bahkan bisa dibilang tetangga aku sendiri haha. Aku gak kesel, emosi, apalagi dendam setiap ketemu sama kipas. Yang aku rasain malah seneng. Setiap aku lihat wajahnya, dia lebih tersenyum dari sebelumnya. Mungkin dia udah nemuin kebahagiaannya yang tepat. Sedangkan aku masih aja mencari cari kebahagiaan itu. Dan sekarangpun masih berlanjut.

Banyak banget cerita aku di tahun 2015 kemarin. Saking banyaknya sampe aku bingung ngereview cerita aku sendiri LOL. Oh ya, di tahun 2015, aku juga banyak ketemu dengan orang orang baru. Aku kenalan, dan sekarang berteman. Intinya, temen aku nambah haha.

Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari cerita aku di tahun 2015. Ada beberapa momen yang memang sayang banget untuk berlalu gitu aja, ada juga momen yang ngeselin. Tapi aku gak menyesal sama sekali dengan setiap momen yang aku udah jalanin. Aku nikmati, aku hargai, aku syukuri begitu saja apa adanya.

Dan di tahun 2016 ini, aku harap akan menjadi tahun yang lebih gokil dari tahun tahun sebelumnya. Sebuah awal yang baru untuk perjalanan yang masih sangat panjang. Semua usaha aku yang udah aku lakukan di tahun sebelumnya, aku harap bisa terbayarkan di tahun 2016 ini. Tentang kebahagian yang selama ini aku cari cari. aku rasa, aku udah nemuin sejak lama, tapi aku baru sadar sekarang. Ya, kebahagian yang menurutku lebih dari apapun yang selama ini aku cari. Bisa membuat orang di sekeliling aku tertawa lepas tanpa beban. Itu kebahagian yang selama ini tanpa sadar aku abaikan.

Akhir baris aku ucapkan lagi SELAMAT TAHUN BARU 2016 dan selamat menjalani awal yang baru buat kalian semua ya!


Comments

Popular posts from this blog

Fragmen Kosmik Di Sorot Matanya

Kira-kira empat bulan berlalu setelah aku bertemu dengan dia untuk yang pertama kalinya. Ada yang berbeda setelahnya. Entah, sulit aku jelaskan dengan lugas. Tapi tubuhku jelas ada yang berubah. Meski terasa samar, namun aku yakin kadar hormon serotonin dalam tubuhku mendominasi. Menekan hebat perasaan stres dan cemas sehingga hormon kortisol seakan tak punya ruang untuk mengusik. Aku masih ingat dengan jelas saat dia tepat berada di sampingku. Tiba-tiba mulutku menjadi gugup dan menjawab pertanyaan darinya dengan serampangan kemudian rasanya saat tidak sengaja mata kita saling menatap, waktu menjadi melambat ekstrem seperti berada terlalu dekat dengan Gargantua . Sepersekian detik momen yang tercipta di antara tatap kita seperti terjadi dilatasi waktu, detik melamban dan ritme detak jantungku menjadi pelan. Hari demi hari setelahnya aku lewati dengan suka cita, perasaan bahagia yang langka kini mulai melekat seiring ritme detak jantungku yang lebih stabil. Bagaimana kamu biasanya s...

Ledakan Kosmik Di Aliran Vena

Tiga atau empat tahun sudah berlalu. Banyak hal yang terjadi juga tentunya dalam rentang waktu tersebut. Tentang jalanku yang semakin gelap tidak punya tujuan dengan arah yang sembarangan. Hari-hari kebanyakan aku jalani dengan sekadar cukup bertahan hidup saja sudah merupakan pencapaian yang cemerlang. Aku lupa kalau jantungku masih berdetak artinya masih punya kesempatan untuk melakukan hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat, aku lupa kalau napasku masih berhembus setiap hari artinya selalu ada kesempatan untuk perbaiki diri, aku lupa kalau masih bernyawa artinya Tuhan begitu baik memberikan waktu tambahan untuk bersyukur karena masih diberikan hidup. Terlalu mahal harganya bahkan seluruh gaji bulananku juga tak mampu membayar segala berkah dariNya. Aku tidak pura-pura buta, tidak juga pura-pura tidak merasa. Sampai hari ini pun, aku masih mampu melihat banyak hal nyata yang terlalu indah, batinku juga merasa, “Tidak mungkin tidak ada campur tangan magis dariNya sampai aku bisa sela...

Malam Ini Bulannya Cantik, Ya?

Senin pagi, sebelum memulai hari sudah aku pastikan dulu pesan ucapan selamat pagi dariku terkirim centang dua menuju nomor Whatsappmu. Tidak berselang lama, ceklis centang dua berubah warna biru jadi tanda ucapannya sudah tersampaikan dan dibaca tuntas olehmu. “Pagi juga jagoan!” Balasmu cepat. Ucapan selamat pagi yang singkat dan terjadi berulang tapi tidak pernah bosan-bosannya aku baca selalu. Seakan jadi booster tambahan untuk menerabas segala macam mungkin yang belum pasti. Rasanya percaya selalu utuh meski banyak manusia lain yang pergi, tapi aku selalu tahu ada kamu yang tetap tinggal menemani. Hari-hari itu penuh menyenangkan, bahkan tidak ada satu hari pun yang aku sesali. Masuk di jam kerja kadang-kadang bibirku senyum-senyum sendiri sambil membaca pesan terbaru darimu. Ditambah Anything You Want dari Reality Club yang terputar sopan di telinga. Waktu rasanya bergulir lamban dibarengi dengan hormon serotonin yang mengalir kencang ke seluruh tubuh. Tentu, hal seperti ini tid...