Skip to main content

antara Sana dan Sini

Sekarang aku mau share tentang pengalamanku menjadi anak baru di daerah orang. Sebelumnya aku tinggal di kota Jayapura tercinta, tapi karna ada alasan tertentu aku diharuskan pindah ke desa Kediri. Kediri menurut saya, tempat yang  jauh dari trend dan juga tempat yang gak keren sama sekali. Bukan maksud untuk menghina tempat ini, aku cuma mau bilang yang sebenarnya saja.

Tapi, ada beberapa hal yang menguntungkan di tempat ini. Salah satunya adalah tentang tarif harga, aku gak tau kenapa tarif harga disini beda jauh dengan tarif harga di Jayapura. Contohnya saja, Better(maaf merek gak disensor). Aku pernah nemu Better di Jayapura dengan harga 1.500/satu bungkus, tetapi aku bener-bener kaget saat tau harga Better disini cuma 500/satu bungkus. WOW, cuma 500 perak saja sudah bisa dapat Better, kalo di Jayapura uang segitu cuma dapat permen 2 biji aja. Jadi, aku lebih bisa menghemat disini.

Selain itu setiap hari Senin di sekolah baru, aku kalo terlambat masih bisa nerobos masuk, sedangkan sekolah aku di sana kalo udah terlambat gak bisa nerobos masuk. Jadi, harus nunggu dulu sampe upacara nya selesai ditambah lagi harus ngebersihin lapangan sekolah.

Ada lagi yang aku suka disini,yaitu tentang jalan yang datar, yang memungkinkan aku bisa bersepeda dan juga menjadi kesempatan untuk para tukang becak. Haha... aku sempat udik dengan para tukang becak, karena di Jayapura gak ada tukang becak. Kalo kalian semua tanya kenapa ?? Jawabannya karena di Jayapura jalannya begelombang alias kebanyakan tanjakan dan turunan. Kan kasihan tukang becaknya, bisa tewas nanti sekali ngankut penumpang.

Tapi, ada beberapa kegiatanku yang lenyap saat pindah disini. Contohnya, aku sudah gak pernah leften(bahasa jawa:gandol) blakos lagi. Mungkin ada yang belum tau blakos itu apa? Jadi, blakos itu mobil yang belakannya kosong, contohnya : trek,pickup,dll.

O...iya, ada juga yang aku gak suka dengan pelajaran sekolah disini sebagai pendatang baru. Yaitu pelajaran bahasa daerah. Sial... aku sama sekali gak ngerti tentang pelajaran ini. Aku juga gak tau kenapa pelajaran ini harus ada?! gue lebih milih namatin game Final Fantasy yang susahnya minta ampun daripada harus dipaksa mengerti tentang pelajaran ini. Jadi, setiap pelajaran ini aku selalu mencari waktu yang pas untuk tidur. Aku sudah berusaha untuk mengerti tentang pelajaran ini, tapi asalku dari Jayapura. Jadi tetap saja gue gak ngerti sama sekali.

Terkadang aku rindu banget sama Jayapura, terlalu banyak kenangan disana. Mulai dari yang manis sampai yang pahit, walaupun kebanyakan kenangan pahit tapi bagaimanapun itu tempat kelahiranku. Aku juga merasa kehilangan teman terdekatku. Dan sekarang sudah tidak bisa lagi seperti dulu

Hi, Jayapura. I'll go there, but not now. Wait for me!

Comments

Popular posts from this blog

Fragmen Kosmik Di Sorot Matanya

Kira-kira empat bulan berlalu setelah aku bertemu dengan dia untuk yang pertama kalinya. Ada yang berbeda setelahnya. Entah, sulit aku jelaskan dengan lugas. Tapi tubuhku jelas ada yang berubah. Meski terasa samar, namun aku yakin kadar hormon serotonin dalam tubuhku mendominasi. Menekan hebat perasaan stres dan cemas sehingga hormon kortisol seakan tak punya ruang untuk mengusik. Aku masih ingat dengan jelas saat dia tepat berada di sampingku. Tiba-tiba mulutku menjadi gugup dan menjawab pertanyaan darinya dengan serampangan kemudian rasanya saat tidak sengaja mata kita saling menatap, waktu menjadi melambat ekstrem seperti berada terlalu dekat dengan Gargantua . Sepersekian detik momen yang tercipta di antara tatap kita seperti terjadi dilatasi waktu, detik melamban dan ritme detak jantungku menjadi pelan. Hari demi hari setelahnya aku lewati dengan suka cita, perasaan bahagia yang langka kini mulai melekat seiring ritme detak jantungku yang lebih stabil. Bagaimana kamu biasanya s...

Malam Ini Bulannya Cantik, Ya?

Senin pagi, sebelum memulai hari sudah aku pastikan dulu pesan ucapan selamat pagi dariku terkirim centang dua menuju nomor Whatsappmu. Tidak berselang lama, ceklis centang dua berubah warna biru jadi tanda ucapannya sudah tersampaikan dan dibaca tuntas olehmu. “Pagi juga jagoan!” Balasmu cepat. Ucapan selamat pagi yang singkat dan terjadi berulang tapi tidak pernah bosan-bosannya aku baca selalu. Seakan jadi booster tambahan untuk menerabas segala macam mungkin yang belum pasti. Rasanya percaya selalu utuh meski banyak manusia lain yang pergi, tapi aku selalu tahu ada kamu yang tetap tinggal menemani. Hari-hari itu penuh menyenangkan, bahkan tidak ada satu hari pun yang aku sesali. Masuk di jam kerja kadang-kadang bibirku senyum-senyum sendiri sambil membaca pesan terbaru darimu. Ditambah Anything You Want dari Reality Club yang terputar sopan di telinga. Waktu rasanya bergulir lamban dibarengi dengan hormon serotonin yang mengalir kencang ke seluruh tubuh. Tentu, hal seperti ini tid...

Perayaan Tahun Kelima

10 Juni 2020. Iya, sudah lima tahun berlalu sejak kematianmu. Dan di tahun ini akan aku rayakan dengan menuliskan segala macam hal yang sudah berlalu lama, tapi pedihnya masih terasa nyata. Aku mulai dengan banyak maaf untukmu. Bapak, maaf, kolam ikan kesukaanmu di depan rumah sudah aku ratakan menahun yang lalu. Soalnya setiap pagi kalau aku lihat malah semakin menyayat hati. Aku juga sudah tidak sudi menguras kolamnya sendiri. Apalagi melihat ibu yang selalu sedih setiap kali memberi makan ikan-ikannya. Pekarangan kecil di sekitar rumah yang biasanya kamu isi dengan ragam tanaman juga sudah aku tindih semen hari ini. Agar tidak perlu lagi ada kesedihan yang tumbuh di rumah ini. Kemudian aku lanjutkan dengan membuka kembali ingatan yang semakin menggores hati. Aku masih ingat betul, di tahun kedua kematianmu. Aku berhenti memakai baju bekasmu dan mulai mengosongkan setumpuk bajumu dari dalam lemari. Tapi istrimu malah mengomel dan memarahiku. Katanya dengan napas yang berantakan, ...