Tidak terasa sudah sampai di bulan Juni. Artinya sudah setengah tahun ini aku lewati hari-hari dengan begitu saja. Berjuangnya ada, murungnya juga tidak terlewat, kadang gembira jadi emosi yang paling dinanti meski tidak selalu hadir setiap hari. Banyak yang bilang juga, bulan Juni berarti bulan puisi. Beragam rasa yang tercipta di bulan Juni sampai-sampai Pak Sapardi menulis puisinya yang berjudul "Hujan Bulan Juni" dengan bait-bait yang teduh dan lembut tapi cukup sesak untuk ditelaah. Doa baik mengalir untuk Pak Sapardi, dalam sunyi kamu abadi. Lalu bagiku bulan Juni itu apa? Tidak ada. Juni sama saja seperti Januari, Februari, Maret, dan bulan-bulan lainnya. Aku bisa berpuisi setiap hari, aku pun bisa patah hati yang tak harus di bulan Juni. Segala macam emosi bisa terjadi kapan saja, dan bulan Juni bukan apa-apa. Tidak ada yang spesial dari Juni, tapi ia selalu punya kesan yang baik. Juni pandai bercerita, ia juga tidak pernah bosan mendengarkan. Terkadang Juni m...
TERKADANG MULUT SULIT BERUCAP MAKA TULISAN MENJADI JALAN PINTASNYA