Malam ini di sebuah kedai kopi sederhana ditemani dengan secangkir cappucinno yang masih cukup panas dengan suasana malam di kota Malang yang selalu saja dingin seperti sikap dia. Gak tau kenapa, malam ini aku tiba-tiba inget betapa cemennya aku waktu itu. Sambil mengingat ingat, refleks saja aku cekikikan sendiri kayak orang kurang waras ditambah lagi dilirik manja sama mas mas yang duduk di sebelah aku. Oke, abaikan tentang mas mas yang itu-_- Balik lagi ke cerita utama, jadi
TERKADANG MULUT SULIT BERUCAP MAKA TULISAN MENJADI JALAN PINTASNYA